Akhirnya Para Pak Ogah Itu Ditangkap

10 11 2010

Akhirnya para pak ogah itu ditangkap.. Orang-orang yang sengak, belagu, sok galak, sok tega, sok membentak-bentak orang yang tidak memberi duit kalau mau lewat, akhirnya ditangkap aparat kepolisian.. Pada tulisanku beberapa hari yang lalu Numpang Lewat Wajib Bayar?

Waktu itu aku bercerita mengenai para pak ogah/ preman yang memaksa para pengendara motor untuk bayar seribu perak kalau mau lewat jalur alternatif karena jalan utama RE Martadinata sedang tidak bisa berfungsi.. Jalan ini sedang dalam perbaikan karena amblas sedalam 7 meter.. Tidak ada pilihan lain, selain melalui jalan-jalan alternatif..

Tapi sayangnya, penduduk kampung situ menguasai jalur ini.. mereka memberi peraturan kalau mau lewat harus bayar seribu di pintu masuk dan ketika keluar dari jalan kampung menuju ke jalan utama, pengendara motor harus bayar lagi seribu perak.. Jadi sekali jalan di situ, pengedara harus menyiapkan uang sebesar dua ribu perak.. Kalau tidak mau bayar, siap-siap aja dibentak oleh mereka dan disuruh putar balik lagi cari jalan yang lain.. Padahal itu jalan umum.. Tapi emang dasar penduduk kampung yang sok preman, mereka bikin peraturan semaunya saja, peraturan yang merugikan orang banyak dan hanya menguntungkan mereka..

Kronologisnya, warga memberikan laporan ke pihak kepolisian karena hal ini tentu saja sangat meresahkan.. Akhirnya kepala polsek setempat datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor dan berpakaian santai (tanpa seragam).. Di situ dia dipaksa untuk bayar seribu, tapi beliau tidak mau bayar.. Para preman itu langsung membentak-bentak memarahinya.. Mereka tidak tahu kalau yang mereka bentak itu adalah kepala polsek setempat.. Setelah keluar dari jalan kampung itu, kepala polsek langsung telfon ke anak buahnya dan memberi perintah untuk menangkap para preman.. Selang beberapa menit kemudian, datang beberapa orang aparat dari kepolisian dan menangkap mereka.. Hufff,,, akhirnya.. sekarang jalur alfternatif di situ aman, tidak lagi dimintai bayaran oleh para preman yang meresahkan..

Terima kasih Pak Polisi ^_^




Please… Jangan Lebay dengan Kedatangan Obama

10 11 2010

Hari ini Orang nomer satu di dunia menginjakkan kakinya di bumi pertiwi Indonesia.. Beberapa hari sebelumnya persiapan sudah dibuat secara matang.. Istana pun sudah dibuat sedemikian cantiknya untuk menyambut Sang Pemimpin Dunia.. Merah putih sudah melingkari pagar istana negara, aparat dari kepolisian dan TNI pun sudah dikerahkan di tiap2 titik di jalan-jalan, makanan seperti bakso, sate dan nasi goreng yang katanya itu adalah makanan kesukaan Obama akan siap disuguhkan, dan juga foto berukuran raksasa sudah terpampang di seberang istana..

Tiba-tiba teringat saat kemenangan Obama di awal tahun lalu.. Masyarakat Indonesia euphoria dengan kemenangannya, euphoria dengan terpilihnya Obama menjadi Presiden Amerika.. Euphoria karena Obama pernah tinggal di Indonesia dan akhirnya terpilih menjadi Presiden Negara adidaya.. Tidak habis fikir, mengapa mereka begitu bahagia menyambut kemenangannya..

Seperti hari ini, mereka begitu bahagia dan antusias menyambut kedatangannya ke Indonesia.. Aku hanya tidak mengerti apa yang ada di dalam ruang fikiran mereka.. Justru aku bertanya-tanya, “Apa jasa Obama buat Indonesia? Apa dia seorang pahlawan Indonesia sehingga harus dimuliakan seperti itu?”..

Dan tayangan di TV dalam beberapa hari ini lagi-lagi mengenai Obama.. Dalam hal ini , menurutku media juga terlalu lebay dalam memberitakan orang yang satu ini.. Aneh… sangat berlebihan…

Jadwal kunjungan pun seolah-olah dibuat sesentimentil mungkin, untuk mengingatkan dia pada masa lalunya.. seperti kunjungan ke mesjid Istiqlal dan kunjungan ke sekolah semasa dia kecil yang notabene dia bersekolah di situ hanya dalam hitungan bulan saja..

Jadi inget lagunya T2,”Please deh, jangan lebay”…

Obama memang pernah tinggal di Indonesia, tapi apa dia bisa membantu mengentaskan berbagai permasalahan yang ada di sini? Apa pengangguran bisa berkurang? Apa jumlah bayi dengan gizi buruk bisa menurun? Please jangan terlalu berharap banyak pada seorang Obama.. Jangan terlalu lebay memberitakan dan menyambut Obama.

Korban Wasior, Mentawai, Gunung Merapi, dan yang sekarang ini sedang bergejolak (Gunung anak Krakatau) masih butuh banyak bantuan, butuh uluran tangan dari kita semua, butuh perhatian lebih dari kita.. Justru mereka itu pahlawan, mereka yang pantas dilayani, mereka yang pantas dimuliakan, bukan Obama..




Kata Pak Polisi,” Meneketehe”…

2 11 2010

Cerita dari seorang tetangga yang dikecewakan oleh seorang oknum polisi..

Siang itu seorang ibu yang sudah cukup berumur, kira-kira sudah berumur 70-an tahun, ingin pergi menghadiri pertemuan di suatu tempat.. Meski usianya sudah kepala 7, namun beliau masih aktif di berbagai pertemuan dan pengajian, juga sangat gesit untuk bepergian kemana-mana naik angkutan umum..

Dan seperti hari itu, beliau hendak menghadiri sebuah pertemuan di suatu tempat yang beliau belum tau pasti di mana alamatnya.. Beliau naik bis untuk menuju ke tempat itu dengan berbekal membawa alamat lengkap di atas secarik kertas.. Karena ragu, si ibu turun di bundaran HI Jakarta Pusat.. Di situ si ibu melihat ada seorang anggota polisi sedang jaga di tepi jalan.. Si ibu menghampiri Pak Polisi, lalu bertanya baik-baik..

Ibu: “Pak, maaf saya mau tanya, jalan ini di mana yah?” *sambil menunjuk ke secarik kertas yang dia pegang.

Pak Polisi: “Ga tau bu, cari sendiri” *menjawab ketus lalu melengos memperhatikan jalan.

Si ibu sontak terkejut mendengar jawaban ketus Pak Polisi.

Si ibu penasaran, beliau kembali mengajukan pertanyaan yang sama karena beliau bingung harus bertanya ke siapa lagi, sementara di situ hanya ada pak polisi sendirian.. Dan yang ada difikirannya, biasanya kan Pak Polisi itu ngerti jalan-jalan di Jakarta..

Si ibu kembali mengulang pertanyaan..

Ibu: “Pak, tolong bantu saya, dimana alamat ini, saya mau ke sana ada pertemuan”.

Pak Polisi: “Meneketehe…”

Jawaban yang sungguh jauh di luar dugaan si ibu..

Si ibu pun berusaha melihat nama yang ada di baju seragamnya.. Beliau penasaran dengan keangkuhan Pak Polisi.. Ketika si ibu berusaha membaca namanya siapa, ada lubang di depannya.. Si ibu tidak melihat lubang itu, sampai akhirnya kakinya terperosok masuk ke dalam lubang.. si ibu langsung terduduk di atas trotoar sambil menahan sakit yang teramat sangat di kakinya.. pergelangan kakinya bengkok, si ibu meringis kesakitan.. sementara Pak Polisi yang angkuh itu bukannya menolong, dia langsung berjalan ke arah motornya lalu tancap gas pergi dari tempat itu.. Masya Allah, kok bisa ya dia bertindak tega seperti itu.. seperti tidak pernah punya ibu.. seperti tidak pernah dilahirkan dari seorang perempuan.. Tega membiarkan si ibu kebingungan mencari alamat dan membiarkannya terjatuh kesakitan di tepi jalan seorang diri.. Si ibu berusaha memperbaiki sendiri pergelangan kakinya, dan Alhamdulillah pergelangan kakinya kembali lurus.. Tak jauh dari situ, beliau melihat ada sebatang kayu.. Beliau tertatih-tatih menghampiri kayu tersebut, lalu memakainya untuk memapah tubuhnya berjalan, sampai akhirnya beliau tiba di pertemuan yang dituju..




Numpang Lewat Wajib Bayar?

2 11 2010

Amboiiii macetnyaaa… mesti lewat mana lagi yaaa…

Semakin hari Jakarta semakin menjadi-jadi macetnya, sampai-sampai aku dan suami mengurungkan niat untuk melewati jalur yang biasanya aku lewati.. kita lewat jalur lain, dengan moto yang penting bisa lebih cepat sampai..

Tapi.. ternyata kita harus melewati jalan setapak,, ini jalur baru yang belum pernah aku lewat sebelumnya, kita hanya mengikut motor-motor lain di depan.. jalan yang hanya bisa dilalui oleh satu motor saja.. Jika ada motor yang berlawanan arah, terpaksa jalan kita ditutup, jadi pakai system buka tutup.. Doh,, dah kek jalur mo ke puncak pass ajah..

Di depan sana ternyata ada beberapa anak muda dengan minik wajah yang dibuat sangar.. Mereka memegang bekas kaleng biscuit untuk meminta uang dari para pengendara motor yang lewat di situ.. Setauku,, biasanya orang-orang seperti ini meminta serelanya… dikasih ya sukur,, ngga dikasih ya gpp.. Tapi ternyata kali ini beda.. Semua pengendara motor yang lewat situ harus membayar Rp. 1000 rupiah.. Kebetulan di depanku ada seorang bapak yang tidak memberi uang ke mereka.. mendadak beberapa pemuda itu membentak-bentak si Bapak karena tidak mau membayar seribu rupiah.. Mereka bersahut-sahutan memarahi si bapak itu.. meski si bapak bilang, “saya tidak punya uang”.. Ada salah satu dari mereka menyahut,”kalo ngga punya uang jangan lewat sini”.. aku jadi ngelus dada, kasar sekali mulut mereka,, padahal jelas2 usia bapak itu lebih tua dari mereka.. Jadi inget jaman kerajaan dulu.. kalo mau lewat haru s bayar upeti.. Huff,, ternyata mencari duit itu mudah sekali di Jakarta.. dengan hanya modal membentak-bentak, ratusan ribu bisa mereka peroleh,, bayangkan, berapa ratus motor yang lewat situ setiap harinya dan tiap motor wajib membayar Rp. 1000 rupiah… kalo difikir memang kecil nominal segitu.. tapi kalo tiap hari, bisa kebobolan juga kan..




Kisah Sedih di Hari Itu…

4 03 2010

Sore itu aku pulang kerja seperti biasa dijemput suamiku dengan motor.. tepat jam 5 aku keluar dari kantor.. dan suamiku pun sudah menunggu dengan setia di atas motornya.. setelah aku mengenakan jaket dan menutup kepala dengan helm half face-nya GM, kita berdua melaju di atas motor untuk pulang ke rumah.. di tengah perjalanan tiba-tiba langit mulai gelap, awan hitam perlahan-lahan mulai menutupi cerahnya langit sore itu.. Harmoni – bekasi, perjalanan yang lumayan jauh dari rumah ke kantor yang harus ku tempuh setiap harinya.. Petir mulai bersahut-sahutan dengan kerasnya.. Tak lama kemudian titik titik hujan membasahi jalan, mengibas debu-debu jalan, dan membasahi kita berdua di atas motor.. suamiku mulai menepi dan mencari tempat yang sekiranya nyaman untuk mengenakan jas hujan.. setelah jas hujan menutup rapat tubuhku, kita berdua kembali melanjutkan perjalanan untuk sampai ke rumah..

Kala itu hujan cukup lebat sehingga jarak pandang pun pendek, sementara langit mulai gelap karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 lewat 30.. kurang lebih 2 km lagi kita berdua sampai di rumah.. motor terus melaju dengan kecepatan kurang lebih 50 km/ jam di bawah derasnya hujan, lalu tiba tiba saja kepalaku seperti dihantam benda yang sangat keras dan pandanganku tiba-tiba hilang.. Awalnya aku hanya melihat cahaya kuning yang membentuk sebuah lingkaran, lalu lingkaran itu tiba-tiba mengecil kemudian berubah jadi gelap, sangat gelap.. kepala rasanya sakit bukan main, setelah itu aku tak sadarkan diri lagi..

Ternyata kepalaku terbentur besi pondasi rumah.. ceritanya ada truk membawa muatan besi pondasi rumah.. Truk tersebut agak melintang, mengambil setengah badan jalan dan dia mau masuk ke dalam material bangunan.. menurut suamiku, seharusnya truk tersebut diberi tanda di ujung besi tersebut, entah itu tanda segitiga merah, kain putih, atau daun-daunan, supaya pengendara di belakangnya tau kalau truk tersebut sedang bawa barang.. tapi saat itu dia tidak diberi tanda apa-apa di ujungnya, sehingga suamiku tidak tau kalau truk itu ternyata sedang membawa besi di atasnya, karena kondisi saat itu sedang hujan sehingga jarak pandang pendek, langit juga sudah gelap karena sudah pukul 6.30, dan lampu jalan pun mati..

Setelah kepalaku menghantam besi, kata suamiku kondisiku seperti orang yang sedang sekarat.. kedua bola mataku melihat ke atas.. sambil bibir terus mengucap “astaghfirullahal ‘adziim” dengan ucapan yang kurang jelas, karena darah mengalir dari sudut-sudut bibirku.. suamiku langsung turun dari motor sambil terus memegang badanku dan berteriak-teriak minta tolong.. beberapa penduduk berdatangan menolongku yang sedang tidak sadar.. menggotongku ke rumah salah satu penduduk di situ hingga aku tersadar kembali.. kala itu suamiku panik, dia menepuk-nepuk pipiku supaya sadar, memeluk, dan mencium pipiku sambil terisak.. dan ketika aku sadar, ternyata di sekelilingku banyak sekali orang yang mengerumuniku.. Kepalaku terasa sakit bukan main, rasanya berat sekali.. Suamiku menciup pipiku seketika melihat aku siuman.. Air mataku menetes mengingat peristiwa yang aku alami barusan, aku hanya bisa mengucap syukur kala itu, Alhamdulillah Ya Allah, aku fikir aku tidak bisa hidup lagi, ternyata Engkau masih memberiku kesempatan untuk terus dapat menikmati rahmat dan karuniaMu..

Kita berdua melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.. tapi beberapa menit ketika sampai di rumah, badanku terasa kaku sekali, mungkin efeknya baru terasa.. tanganku sulit untuk digerakkan.. Akhirnya suamiku memutuskan untuk membawaku ke rumah sakit lalu stay di rumah orang tuaku selama aku dalam perawatan..

Malam itu juga suamiku membawaku ke tempat orang tuaku… Aku dipapah masuk ke dalam mobil.. tapi sayangnya aku tidak bisa membawa anakku untuk ikut bersama karena melihat kondisiku yang tidak memungkinkan untuk membawanya bersama.. anakku berusia setahun delapan bulan.. saat ini sedang lincah-lincahnya.. setelah terkena benturan keras itu, aku tidak bisa bergerak sama sekali.. terpaksa malam itu aku titip dia di rumah tetanggaku.. baru esoknya suamiku berniat ke sana untuk menjemputnya..

Paginya suamiku berangkat ke bekasi menjemput si kecil.. Perjalanan dari rumah orang tua ke bekasi lancar-lancar aja tapi ketika suami dan anakku dalam perjalanan menuju ke rumah orang tua, tiba-tiba ban mobil kempes, ketika diperiksa ternyata ada baut di tengah ban.. hmmm, musibah ada ajah.. cari rezeki halal kan bukan dengan cara menebar paku atau baut di jalanan.. mana saat itu di mobil tidak ada ban serp, belom sempet beli.. Kondisi jalan saat itu bener-bener macet.. sementara si kecil sudah mulai bosan kelamaan di mobil.. terpaksa suamiku titip mobil di toko arloji lalu pulang ke rumah pakai ojek dengan menenteng velg, sambil menggendong si kecil dan menenteng tas susunya dia.. sedih juga ngeliatnya naik ojek dengan membawa macem2 di tangannya.. lebih kesian lagi si kecil, mana lagi nge-flu.. sampe di rumah, suamiku istirahat sebentar lalu pergi ke toko ban trus kembali lagi ke mobil untuk ganti ban..

Esok malamnya adikku mau belanja bulanan di tip top rawamangun.. suamiku berniat mengantarnya belanja ke sana, sekalian aku juga mau titip belanja bulanan.. Selesai berbelanja, adikku menunggu suamiku di pintu dengan semua belanjaannya.. suamiku mulai menyalakan kunci kontak.. ketika mesin menyala, tiba-tiba keluar asap dari jok tengah.. makin lama asap semakin memenuhi ruang di dalam mobil.. suamiku panik melihat asap yang cukup teball.. saking paniknya, sampai-sampai dia tidak bisa membuka pintu mobil.. untungnya dia segera mematikan kunci kontak.. setelah mesin mati, dia baru bisa keluar.. akhirnya terpaksa malam itu mobil diderek ke rumah.. esoknya panggil montir untuk cek kerusakan mobil.. menurut si montir, untung suamiku sedikit lebih cepat mematikan mesin mobil, karena jika mobil masih terus dinyalakan, mobil akan terbakar.. Ya Allah, lagi-lagi aku bersyukur suamiku masih dilindungi oleh Engkau.. Ternyata 3 hari itu aku mendapat musibah berturut-turut.. semoga ini semua semakin membuatku mendekatkan diri kepadaMu, dan terus bersyukur atas segala yang telah Engkau beri.




Si Kecil Sudah Mulai Berbicara

4 03 2010

Malam ini ada perkembangan baru mengenai si kecil..
Alhamdulillaah, dia sudah mulai berbicara, meski baru beberapa kata saja.. tapi itu something buat aku karena ada perkembangan pada kemampuan berbicaranya.. Hari ini si kecil berusia setahun sembilan bulan.. meski kemarin-kemarin sudah sering babbling (mengoceh), tapi dia masih malas untuk mengucapkan kata.. Kalau mau minta apa-apa, dia hanya menunjuk sambil mengatakan ah, uh saja.. Tapi hari ini dia mulai mengucapkan kata dengan jelas..
Dia sudah mulai berhitung meski baru sampai 3.. but it’s ok, slow but sure, semoga ini perkembangan yang sangat baik.. dan ketika ditanya, “papa mana?”, dia bisa menjawab,”kerja”..  Aku tersenyum bahagia lalu memeluknya.. Semoga perbendarahaan katanya cepat bertambah sehingga tidak lagi hanya menunjuk atau mengatakan ah, uh, ah, uh saja.. Tadinya sempat terfikir untuk membawanya ke dr SpA untuk berkonsultasi dan mengikuti terapi wicara karena aku takut si kecil mengalami delay speech.. tapi setelah tadi malam mendengar dia mengucap kata yang cukup jelas, sepertinya aku tidak jadi membawanya ke sana, tinggal terus merangsangnya saja supaya rajin berbicara.. Hmmm, senangnya melihat perkembangan dia malam ini..




Pembantuku yang Makin Kelewatan

13 10 2009

Sepertinya hari ini aku harus mengambil tindakan tegas ke pembantuku.. Aku harus memberhentikannya kerja di rumahku terhitung mulai hari ini.. Rasa kesal yang berkecamuk di hati sudah semakin menjadi-jadi dan sekarang sudah mencapai titik klimaks, dimana kesabaran yang selama ini aku simpan sudah mencapai titik jenuh..

Ceritanya, seminggu yang lalu dia minta izin kalau saudaranya akan datang dan menginap selama 2 sampai 3 hari di rumahku.. tadinya aku welcome, dengan senang hati, karena aku menganggapnya seperti keluarga sendiri meski usia kerja di rumahku baru terhitung 6 bulan.. Sikapku yang seperti itu semata-mata supaya dia nyaman kerja di rumah dan aku juga nyaman, biar sama-sama enak.. tapi sikap baikku disalah artikan.. dari mulai orangnya yang males, seperti ceritaku mengenai pembantu yang ndablek, sampe yang hobbynya sms-an.. Aku berusaha untuk tetap memberi maaf.. sepertinya stok maafku terlalu banyak hingga dia beranggapan bahwa aku akan selalu memaafkan dia… lanjut lagi mengenai saudaranya yang mau nginep di rumah.. Aku kira saudaranya itu perempuan tapi ternyata yang dimaksud adalah laki-laki.. dan aku kira lagi, tu orang datangnya masih entah kapan.. Emang dasar lancang ngga tau diri.. hari itu dia ngga bilang kalau mau ada tamu laki-laki yang katanya itu adalah sepupunya.. Semua sudah terlanjur, laki-laki itu sudah ada di rumahku hari itu.. Aku pun terkejut ketika pulang kerja, aku melihatnya ada di rumahku.. Kekesalanku semakin menjadi-jadi.. Belum lagi, ketika aku tanya ke tetangga sebelah rumah mengenai kedatangan laki-laki itu ke rumahku, tetanggaku ngga tau menau kalau ada laki-laki di dalam rumah karena pintu rumahku selalu dalam keadaan terkunci dari dalam..

Lantas, apa benar itu sepupunya? Kalau memang benar itu sepupunya, kan ngga harus di dalam rumah berduaan dan pintu rumah dikunci dari pagi hingga aku pulang.. Esoknya suamiku penasaran karena laki-laki ini belum angkat kaki juga dari rumahku tapi suamiku sudah kasih warning ke dia, kalo ini adalah hari terakhir dia numpang tidur di rumahku.. tapi karena fikiran ngga tenang, kerja pun percuma karena mikirin rumah, akhirnya suamiku memutuskan untuk off kerja hari itu.. So, setelah mengantar aku ke kantor, dia pulang lagi ke rumah.. dan benar saja seperti info dari tetangga sebelah rumah, pintu rumahku terkunci, suamiku sampai harus menunggu agak lama pintu dibuka oleh pembantuku.. Dan ngga lama kemudian, setelah pembantuku membuka pintu, keluarlah laki-laki itu dari dalam kamar.. Emosi suamiku langsung terbakar saat itu dan langsung memberi ultimatum supaya laki-laki itu pergi dari rumah saat itu juga.. Aku ngga tau apa yang telah terjadi di dalam rumahku.. Pembantu itu emang bener-bener kelewatan.. Kepercayaan yang sudah aku berikan disia-siakan begitu saja..

Aku bener-bener kecewa dan kali ini stok maafku sudah habis.. Aku menyesali hal ini bisa terjadi di rumahku.. apapun yang sudah dia perbuat di dalam rumahku, aku ngga rela rumahku dijadikan tempat perzinaan, itu bukan rumah bordil, aku membeli rumah itu bersama suamiku untuk mencari berkah, bukan untuk dijadiin hal kotor seperti ini.. yang aku takutkan adalah perkembangan jiwa anakku jadi terganggu.. tapi, semoga aja ngga, amin ya Allah.. Pantes aja hobby-nya sms-an dan paling seneng ngeladenin sms nyasar, apalagi sms yang nyasar itu dari cowok.. Sebenarnya aku ngga melarang dia berkenalan dengan siapa pun, itu hak dia.. yang aku ngga mau, mereka ketemuannya di rumahku pake acara mengunci pintu tanpa sepengetahuanku, dan menurutku itu fatal.. Aku udah bener-bener ngga bisa lagi memperkerjakan dia.. cukup, ini terlalu buruk buatku dengan terus membiarkan dia bekerja di rumah.. Hari ini, aku akan memberhentikannya dan ngga mau berurusan lagi dengan orang yang seperti itu.. Meski konsekuensinya anakku belum ada yang mengasuh, nunggu sampai ada penggantinya.. So, untuk sementara aku akan titip si kecil di neneknya, padahal rumah ku dengan rumah neneknya lumayan jauh, bekasi – tanjung priok.. tapi lebih baik aku jalani konsekuensi yang ini dari pada aku tetap mempekerjakan dia, takutnya sewaktu-waktu laki-laki itu datang lagi tanpa sepengetahuanku, sementara aku pergi dari pagi hingga malam baru sampai di rumah.. Hmmmh, cobaan hidup:(.. Semoga nanti penggantinya jauh lebih baik dari dia, amiiin




Pembantu yang Ndablek

9 10 2009

Ternyata begini yah rasanya kalo punya pembantu yang ndablek, suka bikin kesel hati.. tiap hari ada aja ulah yang dilakuin.. padahal dah berkali-kali mencoba untuk excuse kesalahan dia dari mulai dianya yang males nyapu rumah, bersih-bersih, sampe-sampe kamarnya dia aja ngga pernah disapu.. tapi.. tetep aja dianya ngga berasa.. ngga berasa apa ndablek yah.. terlalu tipis perbedaan istilah itu.. so, aku dan suami yang pegang kerjaan itu.. dia hanya bener-bener fokus jagain anak.. tapi ternyata ngga fokus juga tuh, kerjaannya saban hari telfon-telfonan dan sms-an..

Pembantuku udah 6 bulan ini kerja di rumah, dia janda beranak satu.. aku dapat dari teman, tetangganya di kampung.. tugasnya adalah untuk menjaga si kecil yang baru berusia setahun empat bulan karena aku adalah ibu rumah tangga yang sekaligus tetap berkarir dalam menjalani hari-hariku.. sebulan bekerja sikapnya masih bagus.. dan aku liat, si kecil udah mulai dekat dengan si mba’nya.. tapi.. lama-lama aku liat kok jadi sering telfon-telfonan dan sesekali sms-an.. kalo telfon-telfonan bisa sampai satu jam.. entah apa yang jadi topik pembicaraan hingga bisa sedemikian lamanya.. dan.. itu dia lakukan bisa lebih dari sekali dalam sehari, artinya bisa lebih dari satu jam dalam sehari.. awalnya aku ngga tegur, aku berharap dia bisa mengerti kalau aku ngga suka dengan kebiasaannya itu, secara usianya 6 tahun di atasku.. tapi ternyata sikapku salah, aku ngga menegur kebiasaannya itu sepertinya malah dianggap sah-sah saja dia lakukan untuk bertelfonan lama-lama kayak gitu.. bingung, padahal aku aja yang bekerja di kantor, punya teman banyak tapi ngga sampe telfonan lama-lama kayak gitu.. dan yang bikin aku kepikiran adalah kalo dia jaga si kecil sambil telfon-telfon, apa bisa konsentrasi, sementara si kecil sedang aktif-aktifnya untuk eksplore semua yang ada di depannya.. kalo ngga pinter-pinter jaga, takut ada apa-apa.. kekuatiran itu terus memenuhi ruang otakku ketika aku sedang ada di kantor.. empat bulan kemudian, hobbynya bertelfon-telfon ria semakin menjadi-jadi.. ingin marah tapi ngga bisa.. bingung, kesel, bête, semua jadi satu.. dia jadi kurang care sama si kecil.. padahal kan dia di situ kerja.. aku bayar dia bukan untuk telfon-telfonan..mungkin dia baru mengenal teknologi handphone, jadi masih euphoria gitu tapi sayangnya salah penempatan.. hmm, sepertinya gaji bulanannya habis untuk beli voucher pulsa..

Jam telfon-telfonannya semakin bertambah.. yang tadinya sejam, bisa sampe 2-3 jam, entah apa yang jadi topik pembicaraanya.. sampe-sampe waktu tidur malemnya berkurang karena hanphone.. bukannya apa-apa, kalo sampe waktu tidur malemnya kurang, kan paginya badan bisa cape-cape, imbasnya nanti malah lemes pas jagain si kecil.. haduwwwh keselku semakin memuncak.. dan akhirnya, aku harus menegurnya secara baik-baik, ngga boleh dikasarin, takut nanti dendam sama si kecil.. aku bilang ke dia, aku minta tolong banget supaya ngga kelamaan kalo telfon, karena akan mengganggu pekerjaannya dalam mengasuh anak.. untungnya responnya biasa ajah, means ngga sakit hati atau kesel setelah ditegur.. besoknya dia ngga telfon-telfonan lagi di depanku.. ngga tau deh kalo pas aku tinggal ke kantor.. tapi ya sudahlah, aku hanya bisa berdoa minta pertolongan kepada sang penguasa alam raya, semoga anakku aman selama aku tinggal kerja, amiiin..

Waktu terus berjalan, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik.. aku senang ada perubahan pada pembantuku.. jadi ngga pusing 7 keliling lagi menahan emosi kalo liat dia lagi telfon..

Tapi sebulan kemudian, aku jadi sering liat dia sms-an.. tadinya cuma sekali dua kali sms-an di depanku.. tapi, mungkin karena akunya diam ngga ada teguran apa-apa, dianggapnya itu sah-sah aja dia lakukan.. dan makin ke sini, sms-annya makin parah.. oh noooo god, dasar emang ndablek.. ngga boleh telfon-telfonan, malah sms-an.. apa bedanya yaaa? Haduuuh *tepok-tepok jidat..

Sambil jaga anak sambil sms-an.. dan itu bisa terus-terusan, bukan cuma sekali-sekali.. heran yaaa… emang dasar ndablek..




Jalan-Jalan Ke Singapore & Malaysia (Part II)

28 08 2009

Part II of my trip……

@ Melaka (Hari Kedua)

Pagi harinya berangkat ke mesjid alm.kakek di daerah terentang trus singgah sebentar ke rumah alm.kakek, then jalan-jalan ke pekan jasin (pusat perbelanjaan di melaka) beli barang.. Setelah bawaan di kanan kiri penuh lanjut ke klinik mak lang di jasin.. Dari sini, lanjut perjalanan lagi ke makam pak lang (suami dari mak lang) yang telah berpulang ke rahmatullah sekitar 5 tahun yang lalu, letaknya di samping makam Dr.Azhari (teroris yang sukses ngebom tanah air Indonesiaku tercinta).. Sampe rumah langsung siap2 untuk berangkat ke kuala Lumpur, perjalanan sekitar 148 km atau sekita 2 jam.. Gila, ini bener-bener traveling.. but it’s ok, biar sekalian capenya..

Sampe kuala Lumpur malem sekitar pukul 08.00.. Di sini tidur di rumah om, hahaha, senangnya punya banyak sodara di sini.. Jadi ngga usah bayar mahal untuk numpang tidur selama di sana, semuanya sudah terjamin..

@ Kuala Lumpur (Hari Ketiga)

Hari ini planningnya adalah muter-muter di Kuala Lumpur.. After having breakfast langsung masuk Mercedesnya om-ku untuk diputer-puter sampe tepar, hohooo.. Rute pertama adalah Taman Tasik Titiwangsa Kuala Lumpur..

Taman Tasik Titiwangsa

Di sini udaranya sejuuuk banget, tempatnya dipenuhi oleh pepohonan seperti di kebon raya bogor, cuma di sini sedikit lebih bersih tapi pepohonannya tetap kalah tua sama pepohonan di kebon raya bogor.. Di dekat pintu masuk ada kolam yang cukup besar, di tengahnya dihiasi air mancur.. Di depan air mancur ada gym untuk fitness.. Dan di sepanjang kawasan ini, banyak orang yang lari pagi untuk muterin taman ini layaknya seperti di monas.. Turun untuk foto sebentar trus lanjut lagi ke Menara Kuala Lumpur.. Menara kuala Lumpur termasuk 5 menara tertingga di dunia.. Bangunannya mirip dengan menara TVRI senayan..

Dari Menara Kuala Lumpur lanjut ke kerajaan Raja Malaysia.. Waaah, banyak yang foto-foto sama pengawal istana.. Pengawalnya seperti patung, diem ajah, ngga gerak sama sekali.. Mereka berdiri tepat di depan pintu istana.. Dua orang pengawal berada di atas kuda, dua orang pengawal berdiri dengan mengenakan pakaian adat melayu.. Untungnya di sini diizinkan untuk foto-foto, kalo di istana Jakarta kan ngga boleh..

Istana Raja Malaysia

Setelah foto-foto langsung ke kedainya om.. Kebetulan om buka usaha restoran makanan di sana yang gedungnya tepat di samping Petronas Twin Towers.. So kita disuruh mampir sebentar di situ.. Setelah itu kita jalan kaki ke Twin Tower..

Dan… Owh owesooome, pemandangannya sunggu indah.. Twin Tower adalah menara tertinggi di dunia, tingginya lima kali dari Monas.. Twin Tower merupakan salah satu pusat bisnis di kuala Lumpur.. Di dalamnya ada mall, perkantoran, dan science center yang dapat membuat kita tercengang dengan kehebatannya.. Mampir sebentar liat-liat barang di Suria Mall LLCC, lanjut ke depan Twin Tower mengabadikan moment bersama keluarga.. Owh, ternyata si kecil betah maen di sini, seruu, mungkin karena dia senang ngeliat air mancur di depan menara..

Twin Tower

Next destination adalah mesjid India.. Kita menyempatkan diri pergi ke Mesjid India untuk membeli oleh-oleh buat orang-orang di rumah padahal badan udah cape banget.. dan ketika sampai di sana, o my goood, di sini sangat berjejal sekali.. mungkin karena menjelang ramadhan, jadi penduduk setempat banyak borong belanjaan untuk persiapan bulan ramadhan yang waktunya tinggal 4 hari lagi, di samping itu harga barang-barang di mesjid India lumayan murah.. Tanpa terasa belanjaan di tangan banyak juga dan sepertinya kita harus segera kembali ke rumah om, supaya budget ngga terkuras habis, hehehe..

Sampe rumah langsung teler, cape euy tapi ngga bisa langsung istirahan karena harus buru-buru packing lagi karena pak long (panggilan untuk om di Malaysia) dari cheras akan jemput untuk tidur di rumahnya, waduuuh pokoknya selama di sana nomaden bangetlah.. Pindah sana pindah sini..

@ Pahang (Hari Keempat)

Bangun pagi rasanya badan remuk semua.. pegel-pegel, mungkin karena nonstop jalan terus.. lagi-lagi mengucap syukur kepada Allah karena si kecil kuat, ngga rewel, malahan orang tuanya yang teler.. Hari ini planningnya adalah ke Pahang (salah satu negari bagian di Malaysia yang terletak di daerah pegunungan).. Di Pahang udaranya dingiiin banget, mungkin karena di sini dikelilingi oleh pegunungan.. Nyampe rumah pak ngah (panggilan untuk om) disambut dengan durian, jadi deh pesta durian.. Hmmmh, baunya ngga kuaaaat, rasanya pengen diabisin semua.. Duriannya mantabh punya, asli durian jatohan, rasanya bener-bener manis dan dagingnya empuk.. and.. Sorenya pulang dan istirahat..

@ Putra Jaya (Hari Kelima)

Akhirnyaaa… Hari ini adalah hari terakhir di negeri jiran.. Setelah melancong ke berbagai tempat, now is the time for going back to Jakarta.. Pagi-pagi dah sibuk packing.. Flight jam 5 sore dengan pesawat Malaysia airlines.. Tapi pagi-pagi dah jalan karena mau diajak mampir ke putrajaya, sebuah wilayah perkantoran pusat kerajaan Malaysia, dekat dengan kota kuala Lumpur.. Di sini, berbagai departemen pemerintahan berdiri, semuanya dijadikan satu di kawasan ini, jadi letaknya saling berdekatan antara satu departemen dengan departemen lainnya.. Gedung-gedungnya tertata rapi dan megah..

Putrajaya

Andai suatu hari nanti Indonesia juga bisa seperti ini, waaah, keren banget kali yah.. Kantor perdana mentrinya berdiri megah di tengah kawasan Putrajaya.. Rumah mewah mantan perdana mentri Malaysia, mahathir Muhammad pun berdiri di dalam kawasan ini.. Mesjid putrajaya juga merupakan salah satu bagian kebesaran dari Putrajaya.. Mesjid yang seba pinky ini tampak seperti terapung di atas danau Putrajaya.. Shalat di sini benar-benar terasa sejuk, karena udara segar langsung berhembus dari danau masuk ke dalam mesjid.. Setelah itu mampir untuk makan siang sebentar dan langsung menuju airport Kuala Lumpur…

KLIA

Then.. Jakartaaaaa, I’m back hooooome..

The End……




Jalan-Jalan Ke Singapore & Malaysia (Part I)

28 08 2009

Awww..senangnya bisa berlibur bersama anak, suami dan bundaku… Ceritanya seminggu yang lalu aku baru aja kembali dari Singapore dan Malaysia ke kampung bundaku.. setelah sekian lama menanti, akhirnya jadi juga pergi sekeluarga ke sana.. Berangkat naik Airasia, pulang naek Malaysia airline, hohooo, menu makanan di Malaysia airlines yummy sekali, sayangnya cuma dapet satu, kalo dapet dua kan asik, bisa dibawa pulang, huehehe..

Hampir Ketinggalan Pesawat
Start dari rumah menuju airport soekarno hatta pukul 2.30, prediksi bakal nunggu lama di airport karena flight pukul 6 sore.. tapi… ampyuuuun, ga nyangka banget.. Jakarta yang indah nan permai ternyata macetnya ga ketulungan, sempet bikin perut mules, sport jantung, H2C takut ketinggalan pesawat.. padahal dah spare waktu 3 jam setengah.. tapi tetep aja late, walhasil sampe airport pukul 5.10.. 5 menit lagi pintu check in ditutup.. haduuuuh, thanks god masih ada waktu untuk kami.. setelah check in yang lumayan memakan waktu karena antri, aku langsung menuju counter bebas fiskal supaya ngga bayar 2,5 juta per orang.. Di sini juga antri, setelah dapet stempel bebas fiskal, aku lari2 kecil menuju ke counter imigrasi.. Duuuh..mana gendong baby, waktu mepet, jarak dari imigrasi ke tempat boarding jg lumayan jauh..
Dan… ketika sampai di gate 7 untuk boarding, sempet bertanya-tanya kok ruang tunggu sepi bener yah, biasanya rame… Huaaa, ternyata para penumpang udah pada masuk ke dalam pesawat semua.. Asli jadi keringetan, ngos2an, padahal airport lumayan dingin.. scan barang2 lagi, scan terakhir untuk masuk ke pesawat, sementara petugas airasia sudah teriak-teriak supaya cepat-cepat karena sudah pada boarding semua.. Panik pastinya, sampe-sampe jaket baby ketinggalan di troly.. Untungnya selama di pesawat dan dalam perjalanan di sana, baby nggak masuk angin.. Lari-lari lagi, pfuiiih…suksessss, akhirnya ngga ketinggalan pesawat.. Ternyata kita adalah penumpang terakhir.. Tepat ketika kita duduk, pintu pesawat langsung ditutup, sekali lagi mengucap syukur kepada Allah untuk pertolonganNya hari ini..
Airasia berangkat tepat waktu seperti yang tertera pada jadwal di tiket, pukul 18.00 dan begitu pula ketika sampai di airport Changi Singapore, tepat pukul 20.30 (pukul 19.30 waktu Indonesia)..
Letih karena abis sa’i di airport cengkareng, sampe di tempat tujuan di daerah tampines street langsung tepar dan tidur lelap..

@ Singapore (Hari pertama)
Esok paginya pukul 8 pagi mulai muterin kota Singapura.. Pak cik beserta mak cik mengantar kita jalan-jalan, kebetulan pak cik ku sedang off hari ini.. Duuh, rejeki emang ngga kemana, untung aja pas lagi libur, jadi ada yang bisa anter-anter.. Tempat pertama yang disinggahi adalah Mustafa center, tempat shopping yang terkenal murah di sini.. Mustafa center terdiri dari 6 lantai.. Semua barang tersedia mulai dari makanan, buah2an, aneka coklat, jam, baju, asesoris rambut, money changer, souvenir-souvenir yang bergambar singa dan bertuliskan Singapore, lengkap ada di sini, tempat shopping yang pas untuk belanja oleh-oleh..
Setelah belanja ini itu, perjalanan dilanjutkan ke Esplanade, sebuah gedung pertunjukan seni yang sangat modern di Singapura.. Di dalamnya ada mal yang manjual berbagai benda seni, perpustakaan dan galeri.. Gedungnya unik berbentuk durian.. Sayangnya, baby teriak-teriak nangis di dalam gedung ini.. Suaranya menggema memenuhi ruangan gedung Esplanade, sampe2 semua mata tertuju ke arahnya.. mungkin dia letih ingin tidur.. Dan bener aja, ketika diajak ke belakang gedung, akhirnya dia tertidur di pundak papanya di bawah pohon rindang dan ditemani angin sepoi-sepoi dari pantai.. Dari belakang gedung Esplanade ini, kita bisa melihat Merlion Park lambang negara Singapura.. Dari sini ada jalan tembus ke merlion, jaraknya ngga jauh, tinggal jalan kaki aja.. Tadinya mau ajak papanya ke sana untuk ambil gambar tapi karena baby sedang tidur dan saat itu matahari tepat berada di atas kepala, terpaksa ngga jadi.. Takut baby terbangun karena kepanasan..
Singapura negara kecil yang sangat teratur, rakyatnya sangat disiplin, negaranya bersih, tata kotanya terlihat rapi.. Pantas kalau mereka punya motto “Although we are just a red dot on the map, we are like chilli padi in a pot, small in size but still very hot”.. Meski negara kecil, tapi penduduknya sangat bangga menjadi Singaporean dan mereka selalu bertekad untuk menjadi yang terdepan..
Karena sudah waktunya makan siang, kita diajak makan siang di daerah geylang.. Di sini banyak restoran melayu, kita mampir ke kedai Har Yah Sinh dan pesan martabak ayam seharga 8 dollar Sing untuk 5 orang.. Martabaknya uenaaak tenan, yummy, emmmh, jadi kepengen makan lagi..
Kenyaaang dan perut terasa begah tapi perjalanan harus tetap dilanjutkan *loooh, kayak slogan kampanye pilpres.
Sekarang kita menuju teban street, rumah sodara dari alm.ayah.. Owwh, ternyata di sini kita dipaksa makan lagi padahal baru aja selesai makan.. Berhubung di meja sudah tersaji lengkap, ngga enak juga kalo dah disiapin tapi ngga dimakan, terpaksa makan lagi deeh.. moga masih ada kantung kosong di dalam perutku, biar makanan bisa masuk dengan sempurna, huehehe
Pak cik ku keliatan dah letih banget nganter kita ke sana ke sini tapi dia tetep pasang tampang hepi.. Makacih ya pak cik, nanti kalo maen ke Jakarta, pasti bakal dianter kemana-mana.. Ini adalah daerah terakhir yang dikunjungi, kita harus cepat balik ke rumah untuk packing karena sorenya harus berangkat ke melaka dengan taxi yang sudah dibooking..
Perjalanan ke melaka sekitar 184 km, memakan waktu kurang lebih 3 jam.. Pfuiiiih, perjalanan yang cukup melelahkan..
Sampai di melaka, lagi-lagi tepar setelah nonstop travelling.. setelah makan malam, mandi, ngobrol-ngobrol sebentar dengan keluarga mak lang (panggilan untuk tante, adik ketiga dari ibuku), terus terlelap hingga esok pagi..
singapore-copy

Bersambung ke Part II